Pelanggaran Penumpang KAI Jogja-Jakarta

Aksi penumpang KAI mencatok rambutnya viral di media sosial. Perilaku tersebut menuai komentar banyak orang yang mempertanyakan apakah boleh mencatok rambut di dalam kereta.

dalam video pendek yang dibagikan akun tiktok @Aulia Deas, Rabu (6/12/2023), terlihat perempuan tengah fokus mencatok rambutnya karena ingin menghadiri suatu acara. Petugas kereta dan seorang bapak yang melewati perempuan itu hanya bisa melihatnya tanpa memberi teguran apapun.

Tanggapan Joni Martinus, selaku Humas KAI dalam sesi wawancara bersama saya, ia mengatakan "Penumpang diharapkan untuk tidak menggunakankan colokan listrik di kereta api untuk keperluan seperti catokan rambut. Kebijakan ini disusun mengingat bahwa colokan listrik di kereta didesain khusus untuk mendukung perangkat berdaya listrik kecil, seperti HP, tablet, dan laptop."

Penggunaan alat elektronik berdaya besar di kereta api, selain laptop, HP, atau tablet, secara berlebihan dan simultan, dapat mengakibatkan gangguan pada sistem kelistrikan keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh batasan daya kapasitas listrik di dalam kereta api.

Jika penggunaan tersebut melebihi batas daya listrik yang telah ditentukan, terdapat potensi besar untuk terjadinya mati listrik. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami dan mematuhi batasan daya listrik yang ada guna menjaga stabilitas dan kelancaran fungsi kelistrikan kereta api selama perjalanan.

"hal tersebut merupakan salah satu bentuk pelanggaran karena menggunakan fasilitas kereta api bukan pada fungsinya." ujar Joni Martinus.

"Petugas di atas kereta yakni kondektur dan Polsuska (polisi khusus kereta api) secara rutin melaksanakan pemeriksaan kondisi penumpang selama dalam perjalanan. Jika mendapati penumpang yang menggunakan colokan untuk catokan, maka penumpang yang bersangkutan akan diberikan sanksi berupa  teguran oleh petugas." tambahnya.

KAI memberikan himbauan kepada para penumpang agar, dalam perjalanan, apabila menemui perilaku penumpang lain yang mengganggu kenyamanan, tidak ragu untuk menghubungi petugas kondektur di kereta tersebut. Informasi mengenai nama dan nomor telepon petugas kondektur telah dipasang pada setiap dinding gerbong bagian dalam, sehingga penumpang dapat dengan mudah menghubungi mereka untuk melaporkan atau meminta bantuan dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan selama perjalanan.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Kelas Ekonomi Batik Air Dapat Makan?

5 Cafe Disabilitas di Jabodetabek

Sejarah Stasiun Tuntang, Lokasi Syuting “Gadis Kretek”